Investor Pro

Operation Choke Point 2.0: Bisakah Pasar Kripto Bertahan?

operation-choke-point-2-0

Operation Choke Point 2.0 merupakan salah satu rumor yang banyak diperbincangkan oleh komunitas blockchain dan crypto saat ini. Operasi ini merupakan salah satu langkah ambisius yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi berbagai aktivitas yang menggunakan aset kripto di negaranya.

Otoritas keuangan Amerika Serikat, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengambil langkah yang cukup fenomenal dan memberikan dampak yang cukup besar pada industri kripto.

Pada artikel di bawah ini, Tim Ajaib Kripto sudah merangkum beberapa informasi penting mengenai apa yang sebenarnya dimaksud dengan rencana Operation Choke Point 2.0 serta bagaimana dampaknya terhadap masa depan pasar kripto.

Apa Itu Operation Choke Point 2.0?

Operation Choke Point 2.0 adalah suatu rencana yang dikemukakan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi atau bahkan melarang sepenuhnya aktivitas yang berhubungan secara langsung dengan pasar kripto di negaranya.

Rencana ini merupakan kelanjutan dari Operation Choke Point 1.0 yang sebelumnya dilakukan pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 untuk membatasi aktivitas di berbagai industri yang dianggap ilegal. 

Perbedaan utama dari operasi sebelumnya yang dilakukan secara tertutup, Operation Choke Point 2.0 adalah rencana yang dilakukan secara terang-terangan dan lebih struktur, di mana tujuan utamanya adalah membatasi berbagai aktivitas yang dianggap ilegal dan industri kripto menjadi salah satunya.

Kita sudah bisa melihat rencana Operation Choke Point 2.0 yang mungkin sedang terjadi saat ini, contohnya seperti Kraken yang didenda karena menjalankan program staking yang tidak terdaftar, Pembatasan BUSD yang diterbitkan oleh Paxos, Penetapan peraturan baru untuk beberapa aset sekuritas pada pertukaran Binance US, dan Coinbase yang dikirimi surat peringatan karena melanggar undang-undang.

Penyebab Terjadinya Operation Choke Point 2.0

Sentimen negatif oleh Pemerintah Amerika Serikat sudah terlihat sejak pertama kali crypto mulai populer dalam beberapa tahun sebelumnya, namun saat itu mereka masih mengamati bagaimana perkembangan industri kripto.

Menurut beberapa sumber yang dikemukakan oleh beberapa ahli, pada dasarnya ada tiga faktor penting yang menjadi penyebab utama terjadinya Operation Choke Point 2.0. Beberapa faktor tersebut adalah:

Kebangkrutan FTX

Faktor penting utama yang memprakarsai rencana Operation Choke Point 2.0 adalah tragedi bangkrutnya FTX. Platform ini dibuat oleh Sam Bankman-Fried atau SBF dan menjadi salah satu pertukaran kripto terbesar beberapa tahun sebelumnya.

Jatuhnya pertukaran ini karena perusahaan tidak memiliki cadangan aset yang cukup untuk memenuhi permintaan withdraw para penggunanya dan pada akhirnya mengalami kebangkrutan pada bulan November Tahun 2022.

Kasus FTX membuat Pemerintah Amerika Serikat merancang rencana dan peraturan baru untuk membatasi perdagangan aset kripto di negaranya, mereka beralasan hal tersebut perlu dilakukan untuk melindungi warga negaranya dari kejadian serupa.

Runtuhnya Signature dan SVB Bank

Keruntuhan Signature dan Silicon Valley Bank yang terjadi beberapa bulan sebelumnya menjadi salah satu faktor penting yang menjadi penyebab Operation Choke Point 2.0 terjadi.

Kedua bank tersebut pada dasarnya merupakan institusi keuangan yang cukup “friendly” dengan pasar crypto dan dengan jatuhnya bank tersebut akan menyebabkan pendanaan yang terhambat bagi perusahaan yang bergerak di bidang kripto di Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat melalui otoritas keuangannya, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) melihat hal tersebut sebagai waktu yang tepat untuk mengimplementasikan berbagai regulasi ketat yang mengatur dan membatasi perdagangan aset kripto di negara mereka.

Alat Transaksi untuk Berbagai Tindak Kejahatan

Aset kripto merupakan salah satu alat yang saat ini banyak digunakan untuk berbagai tindak kejahatan digital, sifat dasarnya yang terdesentralisasi membuatnya lebih sulit untuk diatur dan dilacak.

Semenjak pertama kali diluncurkan, tingkat kejahatannya terus meningkat dan digunakan untuk berbagai hal yang ilegal, seperti perdagangan senjata, obat-obatan terlarang, terorisme, ransomware, pencucian uang dan masih banyak lainnya.

Bagaimana Dampak Operasi Ini terhadap Pasar Kripto?

Operation Choke Point 2.0 adalah rencana pembatasan yang dilakukan oleh otoritas resmi Amerika Serikat untuk membatasi perdagangan dan aktivitas crypto lainnya di negara mereka sendiri, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap industri kripto secara keseluruhan.

Negara adidaya tersebut merupakan salah satu kontributor terbesar dalam perdagangan dan aktivitas kripto. Dikutip dari situs resmi Triple-A, ada lebih dari 40 Juta orang atau sekitar 13% dari total populasinya. Dampak Operasi pembatasan aktivitas kripto di Amerika Serikat tentunya akan memberikan efek yang cukup besar pada perdagangan kripto global.

Apakah Pasar Kripto Masih Memiliki Masa depan?

Rencana pembatasan aktivitas yang berhubungan secara langsung dengan aset kripto di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang membuat pergerakan pasar crypto beberapa bulan sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Operasi ini memang memberikan dampak yang cukup besar pada pasar kripto, namun hal tersebut bukan berarti bahwa Operation Choke Point 2.0 akan menjadi akhir dari pasar kripto. Sifat dasar dari blockchain dan crypto adalah desentralisasi sehingga akan sulit untuk diatur secara menyeluruh walaupun sudah dilarang oleh suatu otoritas terpusat.

Tidak hanya itu, aliansi BRICS yang mayoritas anggotanya menjadi rival Amerika Serikat dalam berbagai sektor global juga sudah memiliki rencana untuk mengadopsi Bitcoin sebagai salah satu alternatif utama dari mata uang Dolar sehingga kecil kemungkinan bahwa operasi tersebut akan menjadi titik akhir dari industri kripto.

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib Kripto!

Siap memulai perjalanan investasi crypto kamu? Yuk, langsung saja mulai bersama Ajaib Kripto! Cek harga crypto hari ini, dan Jual Beli Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, serta koin lainnya akan jadi lebih mudah, aman, dan tepercaya bersama Ajaib Kripto, aplikasi crypto yang sudah terdaftar dan berizin dari Bappebti.

Yuk, download Ajaib Kripto sekarang!

Artikel Terkait