Seputar Info

Presipitasi Adalah Proses Jatuhnya Hujan, Berikut Ini Penjelasan Lengkapnya!

presipitasi-adalah

Presipitasi adalah salah satu fase dalam siklus hidrologi yang terjadi setelah kondensasi. Secara sederhananya, presipitasi adalah proses jatuhnya segala material yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan) atau padat (salju).

Karena Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, maka hasil dari presipitasi adalah hujan. Hujan yang turun ke permukaan bumi akan mengenai tanah, danau, hutan, laut, hutan, perkebunan dan sebagainya.

Hujan yang langsung mengenai permukaan air sungai disebut intersepsi saluran (channel interception). Biasanya, air hujan mengandung unsur oksigen, nitrogen dan karbondioksida.

Nah, kali ini kita akan membahas presipitasi secara spesifik. Jangan lupa dicatat, ya.

Pengertian Presipitasi

Dilansir dari National Geographic, presipitasi adalah cairan atau air beku yang terbentuk di atmosfer dan jatuh ke bumi. Ini adalah salah satu dari tiga langkah utama dari siklus air global.

Dalam meteorologi, presipitasi adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Fenomena itu terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan raksasa gas) menjadi jenuh dan udara kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi).

Selain itu, ada juga yang disebut virga, yakni endapan yang mulanya jatuh ke bumi, tetapi menguap sebelum mencapai permukaannya. Presipitasi ini merupakan komponen penting dalam siklus air dan menjadi sumber sebagian besar air tawar di bumi.

Kira-kira 505.000 kilometer kubik udara turun melalui proses pengendapan tiap tahunnya dan sebanyak 398.000 kilometer kubik turun di lautan.

Apabila dihitung berdasarkan luasan permukaan bumi, maka presipitasi tahunan global adalah sekitar 1 m, dan presipitasi tahunan rata-rata di atas lautan sekitar 1,1 m.

Maka dari itu sangat penting untuk mengukur presipitasi untuk mendapatkan data hujan. Karena nantinya bisa berguna bagi perencanaan hidrologi, semisal pembangunan perencanaan bendung, dam, dan sebagainya.

Proses Terjadi Presipitasi

Mengutip U.S. Geological Survey, proses presipitasi terjadi dimulai saat awan mencair akibat pengaruh suhu udara yang tinggi. Pada proses presipitasi, hujan akan terjadi.

Butiran-butiran air jatuh dan membasahi permukaan bumi. Apabila suhu udara di sekitar awan terlalu rendah hingga mencapai nol derajat celcius, proses pengendapan berpotensi menimbulkan salju.

Awan yang banyak mengandung udara akan turun ke litosfer dalam bentuk butiran salju tipis, seperti pada daerah iklim subtropis.

Nah, proses ini bisa dijelaskan dengan berbagai teori.

1. Presipitasi dalam Proses Koalisi-Koalesensi

Pada proses kolisi-koalesensi, tahap pertama presipitasi adalah pembentukan titik-titik air melalui inti kondensasi.

Akan beberapa titik air yang lebih besar dari yang lain karena tabrakan antara beberapa titik-titik air atau inti kondensasi yang dimiliki lebih kuat. Nantinya, titik-titik air yang besar ini bertabrakan (kolisi) dan bergabung dengan titik-titik air yang lebih kecil. Sehingga, kemudian akan membentuk tetesan hujan.

Pembentukan tetes hujan ini dipengaruhi oleh muatan listrik pada awan, titik-titik udara, arus naik pada awan, ketebalan awan, dan jangkauan ukuran titik-titik udara.

2. Presipitasi dalam Proses Bergeron

Pada proses ini, tahap pertama presipitasi adalah pembentukan titik-titik air di dasar awan melalui proses koalisi-koalesensi.

Titik-titik air sebagian ada yang terdorong arus naik ke atas awan, kemudian titik-titik air ini mendingin. Nantinya, titik air ada yang sebagian berubah menjadi kristal es dengan bantuan partikel-partikel yang disebut inti es.

Tekanan uap jenuh kristal es pun akan lebih kecil dari tekanan uap jenuh titik-titik air. Alhasil, titik-titik air menguap dan terdeposisi pada kristal-kristal es. Kemudian, kristal es akan membesar, bertabrakan, dan berkumpul sehingga membentuk salju.

Presipitasi dari awan nimbostratus atau stratus biasanya terbentuk melalui proses Bergeron.

Presipitasi yang turun dari awan cumulonimbus biasanya terbentuk dari campuran sebagian proses Bergeron dan koalisi-koalesensi.

Contoh Bentuk Presipitasi

Selain hujan, kenali juga berbagai bentuk presipitasi lainnya ketika jatuh ke bumi. Ada apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Hujan

Hujan adalah cairan dalam bentuk tetesan yang telah mengalami kondensasi dari uap air atmosfer, kemudian menjadi cukup berat untuk jatuh karena gravitasi.

Hujan merupakan komponen utama dari siklus air dan bertanggung jawab untuk menyimpan sebagian besar air tawar.

2. Hujan Es

Hujan es bisa terbentuk saat tetesan udara membeku bersama di daerah atas awan badai yang dingin. Potongan es ini kemudian disebut batu es.

Hujan es terbentuk oleh lapisan air yang menempel dan membekukan di awan besar.

3. Salju

Salju adalah pengendapan dalam bentuk kristal es dan ia berasal dari awan yang mencapai suhu di bawah titik beku (0 derajat Celcius, atau 32 derajat fahrenheit).

Salju ini bisa terbentuk ketika uap air di atmosfer mengembun dan menjadi es tanpa melalui tahap cair.

4. Hujan Beku

Hujan beku terjadi ketika lapisan udara beku sangat tipis sehingga air hujan tidak memiliki cukup waktu untuk membeku sebelum mencapai tanah.

Hujan beku terjadi saat salju yang turun bertemu dengan lapisan udara hangat yang mencairkan salju dan menjadi hujan.

5. Sleet (Hujan Campur Es dan Salju)

Sleet adalah bentuk presipitasi yang terdiri dari butiran es, sering bercampur dengan hujan atau salju. Kondisi ini terjadi ketika kepingan salju hanya meleleh sebagian saat jatuh melalui lapisan udara hangat.

Itu dia informasi seputar proses presipitasi yang merupakan bagian dari siklus hujan. Jangan lupa untuk dicatat, ya!

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib Kripto!

Siap memulai perjalanan investasi crypto kamu? Yuk, langsung saja mulai bersama Ajaib Kripto! Cek harga crypto hari ini, dan Jual Beli Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, serta koin lainnya akan jadi lebih mudah, aman, dan tepercaya bersama Ajaib Kripto, aplikasi crypto yang sudah terdaftar dan berizin dari Bappebti.

Yuk, download Ajaib Kripto sekarang!

Artikel Terkait