Investor Pro

Mengenal Istilah Satoshi yang Menjadi Satuan Terkecil dalam Bitcoin

satoshi

Menjadi aset kripto dengan nilai tinggi dan kapitalisasi besar, tentunya banyak orang yang ingin memiliki Bitcoin sebagai instrumen investasi. Di mana, nilai satu Bitcoin sendiri sudah sangat jauh jika dibandingkan dengan aset kripto lainnya termasuk Ethereum. Saking tingginya, Bitcoin sendiri dibagi ke dalam satuan terkecil yang dikenal dengan istilah Satoshi.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai Bitcoin memiliki peran penting pada pergerakan harga kripto secara global. Selain itu, nilai pecahan terkecil Bitcoin ini sendiri membuatnya sangat bermanfaat saat digunakan untuk bertransaksi. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Satoshi dan bagaimana awal mula istilah ini muncul? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Satoshi?

Istilah Satoshi untuk menggambarkan satuan terkecil Bitcoin sendiri hadir dengan mengadaptasi nama pendiri Bitcoin yaitu Satoshi Nakamoto. Satuan terkecil dari Bitcoin itu menandakan bahwa satu Satoshi setara dengan 0,00000001 Bitcoin. Selain istilah tersebut, ada juga istilah yang digunakan untuk memecah nilai per Bitcoin yaitu milibitcoin.

Di mana, satu milibitcoin berarti seperseribu Bitcoin yang setara 0,001 Bitcoin. Lalu untuk sepersejuta Bitcoin yaitu microbitcoin atau setara 0,000001 Bitcoin. Walaupun Satoshi belum menjadi 1 Bitcoin utuh, namun pengguna tetap bisa mengonversinya ke sejumlah mata uang berbeda. Di samping itu, block rewards pada mining Bitcoin yang setara 100 juta satoshi sudah mengalami halving.

Halving atau jumlah reward yang berkurang setengahnya ini terjadi setiap empat tahun sekali. Hal ini berarti menunjukkan bahwa token yang diciptakan setiap sepuluh menit, pada akhirnya bakal dihitung ke dalam nilai Satoshi. Hal ini menjadikan pencetakan Bitcoin baru harus dihentikan di waktu mendatang karena membuatnya mustahil ketika terus mencetak jumlah Bitcoin baru dengan jumlah lebih kecil.

Lalu, apakah kamu bisa membeli pecahan kecil Bitcoin? Jawabannya tentu bisa karena calon investor tidak harus membeli 1 Bitcoin. Di mana, pengguna cukup membeli pecahan kecil Bitcoin dengan nilai 1 satoshi. Membeli Bitcoin dalam bentuk satoshi sama halnya dengan investasi Bitcoin, walaupun nilainya menjadi lebih kecil.

Awal Mula Hadirnya Istilah Satoshi

Pada dasarnya, istilah Satoshi lebih dikenal dengan sebutan “sat” dalam dunia kripto dan blockchain. Di mana, pada 2011 silam, satoshi masuk ke dalam kosa kata resmi untuk dunia kripto dan blockchain. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa penggunaan istilah ini merujuk pada Satoshi Nakamoto. Tepatnya pada 15 November 2010, saran untuk penggunaan satuan Bitcoin diterapkan.

Di mana, ada seorang pengguna BitcoinTalk bernama Ribuck yang mengusulkan jika 1/100 Bitcoin atau 0,01 Bitcoin disebut dengan istilah Satoshi. Walaupun sempat tidak dipedulikan, namun seiring berjalannya waktu, pengguna pengguna Bitcoin mulai melihat manfaat penggunaan unit moneter terkecil ini hingga akhirnya Satoshi diperkenalkan.

Penggunaan Satoshi Menambah Ketertarikan Investor

Tidak bisa dipungkiri bahwa naiknya nilai Bitcoin memberikan pengaruh besar pada popularitas Satoshi. Sama halnya dengan perusahaan yang melakukan pembagian atau dipecah sahamnya sehingga bisa meningkatkan nilai saham setiap individu. Selain itu, potensi untuk menghadirkan investor baru akan lebih besar.

Di mana, pengguna baru justru merasa lebih tertarik membeli altcoin dalam jumlah unit besar, dibanding membeli denominasi Bitcoin seperti 0,001 Bitcoin. Dengan adanya penyebutan Satoshi, maka akan memberikan nama yang selalu diingat sehingga menarik untuk dipilih. Mengingat, kebanyakan orang menghindari penggunaan desimal maupun pecahan sehingga penamaan Satoshi menjadi pilihan yang tepat.

Di samping itu, kehadiran pecahan terkecil ini menjadi suatu cara mudah dalam menentukan harga barang menggunakan Bitcoin yang sudah tidak membingungkan lagi.

Nilai 1 Satoshi

Lalu, sama dengan berapa Bitcoin jumlah untuk satu nilai Satoshi? Jawabannya adalah penambahan desimal sebanyak tujuh nol dan 1. Di mana, satuan ini masuk sebagai ticker Bitcoin atau versi fork seperti Bitcoin SV maupun Bitcoin Cash. Ketika dituliskan menjadi 0,00000001 untuk satu Satoshi. Mengingat, akan sangat sulit bagi investor baru yang ingin investasi melalui pembelian Bitcoin dengan harga tinggi.

Walaupun sebenarnya pembelian aset kripto bersifat fraksional alias unit pecahan atau terkecilnya, namun ternyata masih banyak orang yang merasa kesulitan dalam menerima harga listing tinggi. Bahkan sebagian besar dari komunitas kripto menyarankan jika Bitcoin di-listing ke dalam Satoshi untuk membuat penawaran yang lebih mudah diakses.

Selain Satoshi, Altcoin Juga Miliki Pecahan Masing-Masing

Bitcoin sendiri bukan menjadi satu-satunya aset kripto yang menyertakan unit ke dalam satuan atau pecahan. Salah satu altcoin yang menerapkan pecahan ke unit koinnya adalah Ethereum dengan nama wei. Di mana, nama ini menjadi penghormatan kepada Wei Dai selaku pengembang aset kripto di awal. Hal ini membuat satu Ethereum dihitung menjadi 1.000.000.000.000.000.000 wei.

Walaupun begitu, wei bukan menjadi istilah umum yang digunakan pada transaksi aset kripto. Selain itu, ada Gwei yang memiliki nilai sama dengan satu juta wei. Gwei sendiri mengacu pada biaya gas yang dibebankan saat menggunakan Ethereum untuk transaksi. Sedangkan untuk aset kripto lainnya beberapa juga menerapkan denominasi ini pada koinnya.

Mulai dari Stellar Lumens dengan 7 pecahan desimal yaitu 0,0000001 XLM yang disebut dengan nama stroop, lalu unit terkecil untuk koin ADA bernama lovelace yang diadaptasi dari Ada King seorang pionir pemrograman komputer. Begitu juga dengan BNB yang membagi subunit untuk yang terkecil bernama jager.

Hal ini mengapa penggunaan istilah Satoshi menjadi komitmen di masa depan karena nilai Bitcoin yang terus melesat dengan jumlah koin terbatas. Oleh karena itu, penyebutan itu menjadi cara untuk membuat nilai Bitcoin bisa semakin tinggi. Bukan tidak mungkin akan muncul penyebutan dari nilai Bitcoin yang lebih kecil di masa depan.

Pada dasarnya, kamu tetap bisa membeli Bitcoin dalam jumlah berapapun atau sesuai dengan dana investasi yang dimiliki. Apalagi jika menggunakan platform aset kripto yang mudah dan tepercaya seperti aplikasi Ajaib Kripto. Di mana, kamu bisa membeli Bitcoin maupun aset kripto lainnya dengan menyesuaikan dana yang dimiliki.

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib Kripto!

Siap memulai perjalanan investasi crypto kamu? Yuk, langsung saja mulai bersama Ajaib Kripto! Cek harga crypto hari ini, dan Jual Beli Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, serta koin lainnya akan jadi lebih mudah, aman, dan tepercaya bersama Ajaib Kripto, aplikasi crypto yang sudah terdaftar dan berizin dari Bappebti.

Yuk, download Ajaib Kripto sekarang!

Artikel Terkait