Seputar Info

Playing Victim, Sikap Pelaku Berlagak Menjadi Korban Tersakiti

playing-victim

Pernahkah kamu mendengar istilah “playing victim”? Istilah ini belakangan mulai banyak terdengar dan tidak asing lagi. Biasanya, playing victim digunakan untuk melabeli sikap atau perilaku seseorang.

Istilah ini juga termasuk julukan yang diberikan untuk orang yang senang sekali mengubah alur cerita dan berlagak seolah ia adalah korbannya. Nyatanya, malah justru ia yang merupakan pelaku kejahatannya.

Untuk lebih tepatnya, ini dia penjelasan seputar playing victim.

Apa Itu Playing Victim?

Playing victim adalah orang yang selalu mengidentifikasi dirinya sebagai korban. Tidak hanya itu saja, orang tersebut juga memiliki keyakinan bahwa orang lain lah yang menjadi penyebab kesengsaraan ataupun kejadian buruk yang ia alami.

Umumnya, tujuan utama dari pelaku berlagak jadi korban adalah untuk mendapat belas kasihan atau simpati. Selain itu, masih banyak alasan lain mengapa seseorang berlagak sebagai korban. Seperti untuk memengaruhi perasaan dan tindakan orang lain, hingga mengontrol mereka.

Pelaku yang terbiasa melakukan hal ini akan memiliki sifat yang bersimpangan dengan orang pada umumnya. Akhirnya, sifat ini selalu dilakukan secara berulang-ulang, hingga merugikan banyak orang.

Playing victim bisa terjadi di dalam pertemanan, keluarga, bahkan jenjang pernikahan.

Karena bisa berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain, maka playing victim termasuk perilaku yang toxic, dan bisa dianggap sebagai sesuatu yang menyimpang.

Tanda-Tanda Playing Victim

Karena merupakan sifat seseorang, terkadang akan sulit untuk mengenali playing victim pada seseorang, apalagi jika kita baru berkenalan. Namun, biasanya mereka memiliki pandangan yang sangat berbeda seputar kehidupan.

Ini disebabkan karena mereka percaya bahwa mereka tak memiliki kontrol dan ikut campur terhadap hal-hal yang terjadi di hidup mereka.

Adapun tanda-tanda lainnya dari seorang dengan sikap berlagak jadi korban adalah:

1. Tidak Bertanggung Jawab

Seseorang dengan sifat playing victim atau victim mentality akan sangat sulit diberi tanggung jawab serta kepercayaan. Hal tersebut dikarenakan kecenderungan sifat mereka yang sering menyalahkan orang lain, memberi banyak alasan karena tidak ingin dibebani tanggung jawab, dan akan terus berusaha menghindari dari kesalahan yang diperbuatnya.

2. Terlalu Berfokus pada Masalah, tanpa Memikirkan Solusi

Kondisi negatif tidak selalu dan selamanya tidak bisa dikendalikan. Jika diamati dengan seksama dari dekat, bisa jadi akan ada celah untuk mencari solusi dalam sebuah permasalahan.

Umumnya, orang dengan kecenderungan sering menunjukkan sikap seperti ini adalah mereka yang tidak menunjukkan ketertarikan akan perubahan. Bahkan, mereka sering kali menolak untuk dibantu dan lebih memilih untuk mengasihani diri mereka sendiri.

Memang, menghabiskan sedikit waktu untuk bersedih dan mengasihani diri bukan hal yang sepenuhnya tidak sehat, namun jika berlebihan justru bisa jadi bumerang yang buruk bagi diri sendiri.

3. Merasa Akan Ada Hal Buruk Selalu Menghampiri

Orang dengan victim mentality, sering mempercayai pemikiran bahwa mereka tidak akan pernah memiliki kekuatan untuk mengubah situasi yang ada.

Melalui sudut pandang mereka, ada pikiran bahwa akan ada hal buruk yang selalu datang dan mereka tak bisa melakukan apa pun untuk sukses atau bahkan keluar dari jerat masalah yang menghadapi.

4. Rasa Percaya Diri Rendah

Seseorang yang sudah memiliki sifat playing victim, secara tidak langsung memengaruhi kepercayaan diri mereka.

Mereka jadi mudah merasa kecil dan sering membandingkan diri mereka dengan orang lain, yang didasari dengan kalimat-kalimat seperti:

  • “Pasti aku tidak sebagus dia.”
  • “Aku memang bukan apa-apa dibanding dia.”
  • “Rasanya mustahil bisa menjadi sukses seperti dia.”

5. Merasa Lemah

Ketika seseorang menjadi korban, menjadi lemah adalah hal yang wajar karena ia tidak bisa menangani hal yang mereka sedang hadapi. Namun, berbeda dengan seseorang dengan sikap playing victim.

Karena selalu merasa korban padahal bukan, mereka akan selalu merasa lemah dan tidak bisa bangkit atas masalah yang sebenarnya sepele.

Penyebab Playing Victim

Ada banyak faktor pendukung yang membuat sifat ini melekat pada diri seseorang. Bisa dari keluarga, lingkungan sekitar, bahkan trauma yang sulit dilupakan.

Penyebab playing victim lainnya, adalah:

  • Sering diremehkan dan tidak dipercaya atas sebuah tanggung jawab.
  • Memiliki trauma yang membuat ia ingin dikasihani.
  • Tidak memiliki keberanian untuk memilih dan menghadapi risiko.
  • Memiliki pengalaman merasa kecewa yang hebat.
  • Memiliki pemikiran buruk akan diri sendiri dan merasa tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar.

Bagaimana Cara Menghadapi Pelaku Playing Victim?

Saat pertama kali bertemu orang dengan victim mentality, mungkin kita masih memaklumi dan menganggap memang ia hanya seseorang dengan ketakutan berlebih akan sesuatu.

Namun, bila sudah sering menghadapinya, pasti muncul perasaan kesal, jengkel, bahkan bisa menimbulkan amarah karena harus menghadapi seseorang yang tidak mau mengaku akan kesalahannya dan malah berlagak sebagai korban.

Lantas, bagaimana cara menghadapi pelaku playing victim?

1. Set Boundaries

Boundaries atau batasan adalah cara termudah menghadapi seseorang yang berlagak menjadi korban. Tidak perlu memutus semua komunikasi, hanya perlu tanggapi pelaku bila ada sesuatu yang penting dan genting saja.

2. Cari Tahu Motifnya

Bisa saja seorang pelaku bertindak demikian karena sedang memiliki permasalahan serius di hidupnya. Walau mengesalkan, ada baiknya dengarkan curahan hatinya untuk membantu ia keluar dari masalah tersebut.

3. Jangan Labeli

Bukan hal mudah untuk tidak melabeli seseorang sebagai “playing victim” terutama jika kita sudah menjadi korban dari tindakannya. Namun, lebih baik ungkapkan saja perasaanmu terhadap pelaku, dan bantu ia jika memang membutuhkan solusi dari permasalahannya.

Nah, itu dia informasi seputar playing victim yang mungkin sering ditemui di kehidupan sehari-hari. Memang terasa menyebalkan ketika berhadapan dengan pelaku, tapi mungkin saja ia bertindak demikian karena memerlukan bantuan tapi tidak tahu bagaimana cara mengekspresikannya.

Mulai Investasi Aset Kripto di Ajaib Kripto!

Siap memulai perjalanan investasi crypto kamu? Yuk, langsung saja mulai bersama Ajaib Kripto! Cek harga crypto hari ini, dan Jual Beli Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, serta koin lainnya akan jadi lebih mudah, aman, dan tepercaya bersama Ajaib Kripto, aplikasi crypto yang sudah terdaftar dan berizin dari Bappebti.

Yuk, download Ajaib Kripto sekarang!

Artikel Terkait