Seputar Info

Mengenal Skema Ponzi yang Siap Mengancam Kepemilikan Aset Kripto

skema-ponzi

Di saat orang-orang mulai melek dan tertarik dengan dunia investasi, ada sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan tindak kejahatan seperti penipuan. Apalagi tindak penipuan ini berkedok investasi dalam bentuk aplikasi yang bisa diakses secara mudah oleh siapa pun. Di mana, salah satu instrumen yang menjadi incaran tindak kejahatan yaitu crypto melalui skema ponzi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa skema ponzi seolah abadi dengan menggunakan media sesuai perkembangan zaman. Oleh karena itu, crypto menjadi pilihan bagi pelaku tindak kejahatan untuk menerapkan skema ponzi di dalamnya yang menguras dana para penggunanya.

Bagi kamu yang mungkin awam dengan istilah skema ini, maka simak penjelasan berikut ini mengenai apa itu skema ponzi dan cara mengetahuinya.

Apa Itu Skema Ponzi pada Crypto

Untuk mengetahui sebuah instrumen investasi mengandung skema ponzi di dalamnya, maka kamu harus memahami definisi itu sendiri. Di mana, skema ponzi adalah tindak penipuan dalam sektor keuangan dengan mengiming-imingi return maupun keuntungan tinggi bagi setiap penggunanya. Padahal, janji keuntungan tersebut didapat dari uang pengguna baru yang bergabung ke dalam program tersebut.

Sebuah program investasi dikatakan sebagai skema ponzi biasanya akan terbongkar ketika tidak ada lagi pengguna baru yang ikut bergabung. Di mana, tidak ada modal baru yang ditawarkan sebagai janji keuntungan bagi calon korban lainnya.

Hal ini biasanya diikuti dengan penipu yang kabur membawa uang simpanan para korbannya. Skema ponzi sendiri lahir dari seorang penipu ulang pada tahun 1920-an bernama Charles Ponzi.

Di mana, praktik penipuan ini terus menyesuaikan perkembangan zaman hingga masih digunakan untuk mendapatkan keuntungan bagi para pelakunya. Tidak heran, jika perkembangan crypto sebagai aset investasi juga menjadi incaran.

Apalagi aset kripto merupakan sistem keuangan yang terdesentralisasi, sehingga tidak ada otoritas yang mengawasinya.

Oleh karenanya, tak sulit crypto ponzi masuk ke dalamnya dengan memanipulasi data bursa. Sehingga tampak bagus perdagangannya. Padahal data tersebut bukan perdagangan murni melainkan berasal dari aset kripto milik orang lain seperti yang dilakukan oleh bursa aset kripto Quadriga.

Cara Mengetahui Skema Ponzi pada Crypto Berdasarkan Ciri-Ciri

Untuk bisa menghindari skema yang merugikan ini, kamu dapat mengetahuinya berdasarkan ciri-ciri. Di mana, sebuah instrumen investasi pastinya menawarkan keuntungan menarik bagi calon investornya sehingga hal ini menjadi peluang diterapkannya skema ponzi. Hal ini termasuk pada instrumen aset kripto yang mulai marak dengan jumlah korban terus meningkat.

Mengacu pada Otoritas Jasa Keuangan selaku lembaga yang mengatur aktivitas keuangan di Indonesia, mengimbau setiap masyarakat untuk terus waspada dengan modus penipuan yang menerapkan skema ini di dalamnya termasuk pada aset kripto, di antaranya sebagai berikut:

  • Proses bisnis serta model investasi yang tidak jelas seperti asal keuntungan yang didapat bagi setiap investor.
  • Nilai token yang meningkat hingga ratusan persen dalam waktu singkat sehingga terkesan tidak memiliki risiko sama sekali.
  • Produk investasi yang ditawarkan biasanya milik atau berasal dari luar negeri.
  • Biasanya proses pengundangan calon investor menggunakan jasa tokoh masyarakat maupun tokoh pemuka agama.
  • Tidak bisa melakukan penarikan dana.

Selain itu, ada pula cara lain untuk mengetahui skema ponzi, yaitu:

1. Keuntungan Besar dalam Waktu Singkat

Sebaiknya tidak mudah percaya dengan investasi yang dapat memberikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Pasalnya setiap investasi membutuhkan waktu agar memperoleh profit besar.

Jika ada yang menawarkan investasi seperti itu, maka perlu waspada karena bisa saja termasuk skema Ponzi atau transaksi gorengan. Dimana saham atau suatu aset kripto tersebut dibeli oleh seseorang agar terlihat naik. Tujuannya untuk menarik investor baru bergabung.

Padahal aslinya aset kripto tersebut sedang dipermainkan. Karena semakin banyak yang menaruh dana, maka nilainya semakin naik. Setelah itu, aset akan dijual dan membuat harga pasar menjadi turun. Jika demikian, investor yang terjebak akan merugi.

2. Produk Investasi Tidak Jelas

Kripto biasanya tidak menawarkan produk pada investasinya karena termasuk perdagangan mata uang. Berbeda dengan investasi di sebuah perusahaan yang dapat dilihat barangnya.

Oleh karena itu, jika ingin mencoba investasi kripto sebaiknya pelajari terlebih dahulu mengenai sistemnya. Jangan langsung mudah percaya karena aset kripto terbilang berisiko tinggi dan tidak dianjurkan untuk yang hanya sekadar ikut-ikutan.

3. Pengembalian Untung yang Besar di Awal, tetapi Macet Kemudian

Ciri dari sistem crypto ponzi atau skema Ponzi lainnya yakni dapat dilihat dari cara pemberian keuntungan. Biasanya memang memberikan keuntungan besar di awal, tetapi kemudian tidak ada lagi.

Jika dana sudah terkumpul banyak dari investor, nantinya pengelola akan menghilang membawa kabur seluruh modal. Uang tersebut digunakan untuk membayar investor lain yang telah lama bergabung, namun pastinya tidak akan bertahan lama.

4. Tidak Diketahui dan Diawasi Otoritas

Investasi kripto kini mulai populer dan banyak diminati karena dianggap mampu memberikan keuntungan besar. Akan tetapi, juga rentan terhadap penipuan mengingat sistemnya open source dan desentralisasi. Oleh karenanya, pemerintah membuat peraturan bagi bursa kripto untuk mendaftarkan diri supaya bisa diawasi.

Di Indonesia sendiri sudah banyak bursa kripto yang terdaftar untuk dipilih. Sehingga calon investor tidak perlu ragu lagi. Jadi pastikan untuk memilih yang sudah memperoleh izin otoritas agar aman. Jika ditawari berinvestasi pada sebuah perusahaan atau bursa yang belum ada izin sebaiknya segera batalkan.

5. Mengundang Investor Baru dalam Acara Mewah

Salah satu cara skema Ponzi beraksi untuk menarik minat investor baru yakni dengan mengundang pada suatu acara mewah. Hal demikian dimaksudkan untuk memberikan kesan kekayaan bagi siapa pun yang bergabung di dalamnya.

Padahal acara tersebut hanya rekayasa semata di mana semua tamu telah disewa untuk melancarkan aksi. Trik ini sudah sering dilakukan terutama jika menargetkan investor yang kaya, sehingga seringkali terdengar yang tertipu justru orang berduit.

Menghindari Skema Ponzi di Aset Kripto

Setelah memahaminya dan cara mengetahui sebuah projek crypto adalah skema ponzi, kamu bisa menghindarinya dengan melakukan beberapa cara. Mengingat, ada banyak koin maupun token abal-abal di pasar kripto yang bisa dipastikan adalah skema ponzi crypto. Adapun sejumlah cara yang dimaksud, di antaranya:

  • Pastikan untuk melihat kontrak analisis sebuah projek crypto, apakah sudah terverifikasi atau belum. Biasanya proses verifikasi dilakukan oleh pihak ketiga selaku auditor.
  • Melakukan holder analysis untuk mengetahui apakah holder dari sebuah projek crypto 100 persen adalah pihak developer. Hal ini seperti yang terjadi pada koin Squid Game sebagai tindak scam.
  • Mengetahui projek crypto dengan liquidity analysis di-lock atau tidak sehingga terhindar dari kemungkinan dapat ditarik oleh pihak developer atau pemilik token yang membuat nilainya tidak ada.
  • Pastikan projek crypto memiliki website dan media sosial yang aktif serta jelas.
  • Memastikan kredibilitas projek crypto melalui CoinMarketcap, Coingecko, atau gate.io sebagai indikator legitimasi yang layak. Mengingat, adanya persyaratan untuk bisa terdaftar secara lebih ketat.
  • Menyelidiki identitas developer sebuah projek crypto, apakah mengekspos identitas asli dan wajah perusahaan sehingga bisa menjadi tolak ukur maupun jaminan kepercayaan.

Contoh Skema Ponzi Crypto

Untuk memastikan kamu terhindar dari tindak crypto ponzi, ada baiknya untuk melihat beberapa contoh kasus pada crypto. Di mana, sistem dari skema ponzi biasanya tidak transparan karena dana bergantung pada kemampuan setiap investor dalam menarik investor lainnya.

Sebagai perbandingan, kamu bisa melihat Bitcoin yang memiliki skema tidak sama dengan crypto ponzi karena memiliki sistem transparan dan terbuka terhadap audit.

Di mana, nilai Bitcoin telah mendapat pengakuan melalui jaringan investor maupun nasabah dunia secara luas sehingga dapat dijadikan instrumen investasi maupun alat transaksi.

Lain halnya dengan kasus token kripto palsu yaitu OneCoin yang terjadi di tahun 2017 lalu. Seorang mantan pegawai McKinsey bernama Ruja Ignativa menawarkan paket edukasi bagi orang untuk berinvestasi melalui OneCoin.

Akan tetapi, OneCoin sendiri bukan aset tidak terpusat layaknya Bitcoin, melainkan aset terpusat dengan hanya bisa diakses melalui server OneCoin Ltd.

Selain itu, OneCoin menerapkan aturan bagi investor yang hanya boleh menukar token menggunakan Euro setelah membeli paket-paket edukasi lebih mahal. Lalu, token mereka ditahan melalui dompet virtual dengan transaksi harian yang dibatasi limit tertentu.

Setelah server OneCoin melakukan perbaikan, sejumlah transaksi yang tertahan lalu lenyap bersama dengan uang semua orang. Hal ini jelas jauh berbeda jika dibandingkan dengan Bitcoin karena sistem yang tidak terpusat memungkinkan setiap orang untuk menjual maupun membeli kapan saja.

Walaupun pada dasarnya, Bitcoin memiliki risiko yang sangat tinggi sama halnya dengan aset investasi lainnya, namun tidak dapat dikatakan sebagai skema ponzi.

Memahami apa itu skema ponzi dan cara menghindarinya dalam dunia crypto, tentu akan membuat kamu tidak perlu takut lagi dalam berinvestasi di aset kripto. Apalagi banyak platform yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan aset kripto secara aman dan mudah, salah satunya adalah aplikasi Ajaib Kripto.

Di mana, Ajaib Kripto dapat membantu siapa pun yang tertarik dengan dunia crypto untuk memiliki aset crypto secara aman dan mudah. Kamu bisa menggunakannya untuk menganalisa maupun memilih aset kripto mana yang memiliki potensi baik jika digunakan untuk investasi jangka panjang. Oleh karena itu, yuk mulai investasi aset kripto dengan download aplikasi Ajaib Kripto melalui smartphone, sekarang.

Artikel Terkait